Isabella's Love

376 kata
3 reading.minutes
0:00 / --:--

Wuthering Heights - Chapter 12

Wuthering Heights - Bab 12

Lintons_Death

Kematian Linton

Life at Wuthering Heights was miserable for Cathy. Linton was a selfish husband who complained constantly and expected Cathy to take care of him. He was too weak to do anything for himself, and he became angry when Cathy did not obey his every command.

Kehidupan di Wuthering Heights sangat menyedihkan bagi Cathy. Linton adalah suami yang egois yang terus-menerus mengeluh dan mengharapkan Cathy untuk merawatnya. Dia terlalu lemah untuk melakukan apa pun sendiri, dan dia menjadi marah ketika Cathy tidak mematuhi setiap perintahnya.

Heathcliff treated them both with contempt. He ignored Linton completely, as if the boy did not exist. When he spoke to Cathy, it was only to mock her or to remind her that she had no home and no money.

Heathcliff memperlakukan mereka berdua dengan jijik. Dia mengabaikan Linton sepenuhnya, seolah-olah anak itu tidak ada. Ketika dia berbicara dengan Cathy, itu hanya untuk mengejeknya atau mengingatkannya bahwa dia tidak punya rumah dan tidak punya uang.

Hareton was the only person who showed Cathy any kindness. He was in love with her, though he did not dare to say so. He knew that she was above him in education and manners, and he felt ashamed of his own ignorance.

Hareton adalah satu-satunya orang yang menunjukkan kebaikan kepada Cathy. Dia jatuh cinta padanya, meskipun dia tidak berani mengatakannya. Dia tahu bahwa dia berada di atasnya dalam pendidikan dan sopan santun, dan dia merasa malu dengan kebodohannya sendiri.

One day, Linton fell seriously ill. He had always been weak and sickly, but now his condition grew worse. Heathcliff showed no concern for his dying son. He only cared about the inheritance, and with Linton's death, Cathy would become the heir of Thrushcross Grange.

Suatu hari, Linton jatuh sakit parah. Dia selalu lemah dan sakit-sakitan, tetapi sekarang kondisinya memburuk. Heathcliff tidak menunjukkan kepedulian terhadap putranya yang sekarat. Dia hanya peduli tentang warisan, dan dengan kematian Linton, Cathy akan menjadi pewaris Thrushcross Grange.

When Linton died, Cathy was devastated. She had not loved him, but he had been her husband, and she had tried to be a good wife. She was now truly alone in the world.

Ketika Linton meninggal, Cathy hancur. Dia tidak mencintainya, tetapi dia adalah suaminya, dan dia telah mencoba menjadi istri yang baik. Dia sekarang benar-benar sendirian di dunia.

Heathcliff was pleased. Everything was going according to his plan. He now owned Wuthering Heights, and with Linton's death, Thrushcross Grange would also belong to him. He had destroyed both the Earnshaw and Linton families.

Heathcliff senang. Semuanya berjalan sesuai rencananya. Dia sekarang memiliki Wuthering Heights, dan dengan kematian Linton, Thrushcross Grange juga akan menjadi miliknya. Dia telah menghancurkan keluarga Earnshaw dan Linton.

But there was one problem: Hareton. The boy was Hindley's son, and under English law, Wuthering Heights would eventually belong to him, not to Heathcliff. This made Heathcliff furious. He had treated Hareton badly, hoping to break his spirit, but the boy was strong and refused to be defeated.

Tapi ada satu masalah: Hareton. Anak laki-laki itu adalah putra Hindley, dan menurut hukum Inggris, Wuthering Heights akhirnya akan menjadi miliknya, bukan milik Heathcliff. Ini membuat Heathcliff sangat marah. Dia telah memperlakukan Hareton dengan buruk, berharap mematahkan semangatnya, tetapi anak itu kuat dan menolak untuk dikalahkan.

Heathcliff began to treat Hareton even more cruelly, mocking his ignorance and his poverty. He wanted to make Hareton as miserable as possible, just as Hindley had once made Heathcliff miserable.

Heathcliff mulai memperlakukan Hareton lebih kejam lagi, mengejek kebodohannya dan kemiskinannya. Dia ingin membuat Hareton semenderita mungkin, sama seperti Hindley pernah membuat Heathcliff menderita.

Cathy watched this and began to understand the evil in Heathcliff's heart. She saw how he had destroyed everyone around him, and she realized that she must be careful. She needed to find a way to escape from Wuthering Heights and to build a new life for herself.

Cathy mengamati ini dan mulai memahami kejahatan di hati Heathcliff. Dia melihat bagaimana dia menghancurkan semua orang di sekitarnya, dan dia menyadari bahwa dia harus berhati-hati. Dia perlu menemukan cara untuk melarikan diri dari Wuthering Heights dan membangun kehidupan baru untuk dirinya sendiri.