Wuthering Heights - Chapter 4
Wuthering Heights - Bab 4
Catherine_and_the_Lintons
Catherine dan Keluarga Linton
When Catherine was about fifteen years old, she and Heathcliff went to spy on the Linton family, who lived at Thrushcross Grange, a beautiful house nearby. The Lintons were wealthy, educated people, very different from the rough Earnshaws.
Ketika Catherine berusia sekitar lima belas tahun, dia dan Heathcliff pergi memata-matai keluarga Linton, yang tinggal di Thrushcross Grange, sebuah rumah indah di dekatnya. Keluarga Linton adalah orang-orang kaya dan terpelajar, sangat berbeda dengan keluarga Earnshaw yang kasar.
As Catherine and Heathcliff watched through the window, they saw a brother and sister fighting playfully with a dog. Catherine laughed so loudly that the dog attacked them. Heathcliff fought bravely, but he was outnumbered.
Saat Catherine dan Heathcliff menonton melalui jendela, mereka melihat seorang saudara laki-laki dan perempuan berkelahi dengan main-main dengan seekor anjing. Catherine tertawa begitu keras sehingga anjing itu menyerang mereka. Heathcliff bertarung dengan berani, tetapi dia kalah jumlah.
The Lintons brought the children inside to help them. Edgar Linton, a handsome, gentle boy, was immediately attracted to Catherine. He thought she was beautiful and interesting. His sister Isabella was also kind, but she was frightened of the dark, wild-looking Heathcliff.
Keluarga Linton membawa anak-anak itu masuk untuk membantu mereka. Edgar Linton, seorang anak laki-laki tampan dan lembut, langsung tertarik pada Catherine. Dia pikir dia cantik dan menarik. Saudaranya Isabella juga baik, tetapi dia takut pada Heathcliff yang tampak gelap dan liar.
Catherine stayed at Thrushcross Grange for five weeks to recover from the dog bites. During this time, she became more like a lady. She learned to dress and behave as the Lintons did. When she returned to Wuthering Heights, she was no longer the wild, dirty girl she had been.
Catherine tinggal di Thrushcross Grange selama lima minggu untuk pulih dari gigitan anjing. Selama waktu ini, dia menjadi lebih seperti seorang wanita. Dia belajar berpakaian dan berperilaku seperti keluarga Linton. Ketika dia kembali ke Wuthering Heights, dia bukan lagi gadis liar dan kotor seperti sebelumnya.
Hindley was proud of his sister. He was pleased that she had learned to behave like a gentlewoman. But he was cruel to Heathcliff, mocking his dirty clothes and his wild appearance.
Hindley bangga dengan saudara perempuannya. Dia senang bahwa dia telah belajar berperilaku seperti wanita bangsawan. Tetapi dia kejam terhadap Heathcliff, mengejek pakaian kotornya dan penampilannya yang liar.
Heathcliff was hurt by Catherine's change. He felt she no longer loved him as she had before. He promised himself that he would become a gentleman, so that he could be worthy of her love.
Heathcliff terluka oleh perubahan Catherine. Dia merasa dia tidak lagi mencintainya seperti sebelumnya. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menjadi seorang pria, sehingga dia bisa layak mendapatkan cintanya.
Edgar Linton began to visit Wuthering Heights often. He was in love with Catherine, and Catherine enjoyed his gentle manners and his refined conversation. Heathcliff watched jealously, knowing that he could not compete with the wealthy, educated Edgar.
Edgar Linton mulai sering mengunjungi Wuthering Heights. Dia jatuh cinta pada Catherine, dan Catherine menikmati sopan santunnya yang lembut dan percakapannya yang halus. Heathcliff memperhatikan dengan cemburu, tahu bahwa dia tidak bisa bersaing dengan Edgar yang kaya dan terpelajar.
The gulf between Heathcliff and Catherine grew wider. She was becoming a lady, and he was still a servant. Their love, once so strong and wild, began to fade under the pressure of society and circumstance.
Jurang antara Heathcliff dan Catherine semakin lebar. Dia menjadi seorang wanita, dan dia masih seorang pelayan. Cinta mereka, yang dulu begitu kuat dan liar, mulai memudar di bawah tekanan masyarakat dan keadaan.