The SinkingTenggelamnya Kapal

119 kata
1 reading.minutes
0:00 / --:--

Chapter 16: The Sinking

Bab 16: Tenggelamnya Kapal

The Pequod sank slowly into the dark ocean. The crew scrambled to save what they could, grabbing floating pieces of wood and supplies. The ship that had carried us across the world was gone forever.

Pequod tenggelam perlahan ke lautan gelap. Kru berebut untuk menyelamatkan apa yang mereka bisa, meraih potongan kayu dan perbekalan yang mengapung. Kapal yang telah membawa kami melintasi dunia telah hilang selamanya.

I found myself in the water, struggling to stay above the surface. Around me, men cried for help and reached for anything that could keep them afloat. The ocean, which had been our workplace, now became our grave.

Aku mendapati diriku di dalam air, berjuang untuk tetap berada di atas permukaan. Di sekelilingku, para pria berteriak minta tolong dan meraih apa pun yang bisa membuat mereka tetap mengapung. Lautan, yang tadinya adalah tempat kerja kami, sekarang menjadi kuburan kami.

Through the chaos, I saw Queequeg swimming toward me. He reached out his hand and pulled me toward a floating coffin that had been prepared for another sailor. Together, we clung to this unlikely refuge in the vast emptiness of the sea.

Melalui kekacauan itu, aku melihat Queequeg berenang ke arahku. Dia mengulurkan tangannya dan menarikku ke peti mati terapung yang telah disiapkan untuk pelaut lain. Bersama-sama, kami berpegangan pada tempat perlindungan yang tidak mungkin ini di kehampaan laut yang luas.