Chapter 11: The Pacific Ocean
Bab 11: Samudra Pasifik
We sailed into the vast Pacific Ocean, the largest and deepest ocean in the world. The water stretched endlessly in every direction, and we were truly alone, far from any land.
Kami berlayar ke Samudra Pasifik yang luas, samudra terbesar dan terdalam di dunia. Air membentang tanpa henti ke segala arah, dan kami benar-benar sendirian, jauh dari daratan mana pun.
The Pacific was beautiful but also dangerous. The weather could change suddenly, and the waves were larger and more powerful than in other oceans. We had to be constantly alert and prepared for anything.
Pasifik itu indah tetapi juga berbahaya. Cuaca bisa berubah tiba-tiba, dan ombaknya lebih besar dan lebih kuat daripada di samudra lain. Kami harus selalu waspada dan siap untuk apa pun.
During our time in the Pacific, we saw many whales and had some successful hunts. But with each success, I could feel Captain Ahab's focus narrowing, his eyes always searching the horizon for signs of Moby Dick.
Selama waktu kami di Pasifik, kami melihat banyak paus dan melakukan beberapa perburuan yang sukses. Tetapi dengan setiap kesuksesan, aku bisa merasakan fokus Kapten Ahab menyempit, matanya selalu mencari cakrawala untuk tanda-tanda Moby Dick.