Chapter 9: Moby Dick
Bab 9: Moby Dick
As we continued our journey, Captain Ahab spoke more about Moby Dick, the white whale that had taken his leg. This creature was legendary among sailors, known for its intelligence and its habit of attacking ships.
Saat kami melanjutkan perjalanan, Kapten Ahab berbicara lebih banyak tentang Moby Dick, paus putih yang telah mengambil kakinya. Makhluk ini melegenda di kalangan pelaut, dikenal karena kecerdasannya dan kebiasaannya menyerang kapal.
Ahab described the day he lost his leg. The whale had appeared suddenly, destroying his boat and taking his leg with one powerful bite. Since that day, Ahab had lived only for revenge, hunting Moby Dick across every ocean.
Ahab menggambarkan hari dia kehilangan kakinya. Paus itu muncul tiba-tiba, menghancurkan perahunya dan mengambil kakinya dengan satu gigitan yang kuat. Sejak hari itu, Ahab hidup hanya untuk membalas dendam, memburu Moby Dick di setiap lautan.
The crew listened with fascination and fear. Some believed Ahab was mad to chase one whale so far, but others respected his determination. I did not know what to think, but I could feel the tension growing on the ship.
Kru mendengarkan dengan terpesona dan ketakutan. Beberapa percaya Ahab gila karena mengejar satu paus sejauh itu, tetapi yang lain menghormati tekadnya. Aku tidak tahu harus berpikir apa, tetapi aku bisa merasakan ketegangan yang meningkat di kapal.