Captain AhabKapten Ahab

118 kata
1 reading.minutes
0:00 / --:--

Chapter 4: Captain Ahab

Bab 4: Kapten Ahab

Captain Ahab was unlike any other captain I had ever seen. He rarely spoke to the crew and spent most of his time alone on the deck, staring at the sea with intense eyes. He seemed to be searching for something.

Kapten Ahab tidak seperti kapten lain yang pernah kulihat. Dia jarang berbicara dengan kru dan menghabiskan sebagian besar waktunya sendirian di geladak, menatap laut dengan mata yang tajam. Dia sepertinya sedang mencari sesuatu.

I learned that Ahab had lost his leg to a great white whale called Moby Dick. This whale was famous among sailors for its size and ferocity. Ahab had sworn revenge and was hunting this creature across the oceans.

Aku mengetahui bahwa Ahab kehilangan kakinya karena seekor paus putih besar bernama Moby Dick. Paus ini terkenal di kalangan pelaut karena ukurannya dan keganasannya. Ahab telah bersumpah untuk membalas dendam dan sedang memburu makhluk ini di seluruh lautan.

The other crew members respected Ahab for his knowledge and experience, but some were worried about his obsession. They feared that his desire for revenge would endanger the entire ship and everyone on it.

Anggota kru lainnya menghormati Ahab karena pengetahuan dan pengalamannya, tetapi beberapa khawatir tentang obsesinya. Mereka takut bahwa keinginannya untuk membalas dendam akan membahayakan seluruh kapal dan semua orang di dalamnya.