Call Me IshmaelPanggil Aku Ishmael

128 kata
1 reading.minutes
0:00 / --:--

Chapter 1: Call Me Ishmael

Bab 1: Panggil Aku Ishmael

My name is Ishmael. Some years ago, I decided to go whaling and see the world. I had little money in my pockets, but I had a strong desire for adventure and the open sea.

Namaku Ishmael. Beberapa tahun yang lalu, aku memutuskan untuk pergi berburu paus dan melihat dunia. Aku punya sedikit uang di saku, tetapi aku memiliki keinginan yang kuat untuk berpetualang dan melihat laut lepas.

I arrived in New Bedford, a famous whaling port, and found a place to stay at an inn called the Spouter-Inn. The landlord, a man named Peter Coffin, told me that all the beds were full except one that I would have to share with a stranger.

Aku tiba di New Bedford, pelabuhan perburuan paus yang terkenal, dan menemukan tempat untuk menginap di sebuah penginapan bernama Spouter-Inn. Pemilik penginapan, seorang pria bernama Peter Coffin, memberitahuku bahwa semua tempat tidur penuh kecuali satu yang harus aku bagi dengan orang asing.

I did not mind sharing a room, for I was used to humble accommodations. Little did I know that this stranger would become my closest friend and change my life forever. His name was Queequeg, a harpooner from the South Seas.

Aku tidak keberatan berbagi kamar, karena aku terbiasa dengan akomodasi yang sederhana. Sedikit yang aku tahu bahwa orang asing ini akan menjadi teman terdekatku dan mengubah hidupku selamanya. Namanya Queequeg, seorang penombak paus dari Laut Selatan.