Homais's SuccessKesuksesan Homais

150 kata
1 reading.minutes
0:00 / --:--

Chapter 18: Homais's Success

Bab 18: Kesuksesan Homais

While the Bovary family suffered and died, Homais the pharmacist prospered. His business continued to grow, and he became more respected in the community. He received an award for his services to the town, and people praised his intelligence and modern ideas.

Sementara keluarga Bovary menderita dan meninggal, apoteker Homais berkembang pesat. Bisnisnya terus tumbuh, dan dia menjadi lebih dihormati di masyarakat. Dia menerima penghargaan atas jasanya kepada kota, dan orang-orang memuji kecerdasan dan ide-ide modernnya.

Homais was proud of his success and felt that he had earned it. He did not feel guilty about Emma's death or Charles's ruin—he saw these things as natural consequences of their own foolishness and lack of morality.

Homais bangga dengan kesuksesannya dan merasa dia pantas mendapatkannya. Dia tidak merasa bersalah atas kematian Emma atau kehancuran Charles—dia memandang hal-hal ini sebagai konsekuensi alami dari kebodohan dan kurangnya moralitas mereka sendiri.

The contrast between Homais and the Bovarys was striking. While the Bovarys had been kind and honest people who suffered terribly, Homais was arrogant and dishonest, yet he lived happily and successfully.

Kontras antara Homais dan keluarga Bovary sangat mencolok. Sementara keluarga Bovary adalah orang-orang yang baik dan jujur yang menderita dengan mengerikan, Homais sombong dan tidak jujur tetapi hidup bahagia dan sukses.

This unfairness represented the injustice of the society that Flaubert was criticizing. The world rewarded people like Homais while destroying people like Emma and Charles, who had simply wanted to find happiness and love.

Ketidakadilan ini mewakili absurditas masyarakat yang dikritik Flaubert. Dunia memberi penghargaan kepada orang-orang seperti Homais sambil menghancurkan orang-orang seperti Emma dan Charles, yang hanya ingin menemukan kebahagiaan dan cinta.