Chapter 14: Emma's Death
Bab 14: Kematian Emma
After hours of suffering, Emma finally died in Charles's arms. Her death was painful and undignified, with her body contorted by the poison that had destroyed her. Charles was heartbroken, unable to comprehend how his beloved wife could be gone forever.
Setelah berjam-jam menderita, Emma akhirnya meninggal dalam pelukan Charles. Kematiannya menyakitkan dan tidak bermartabat, tubuhnya dipelintir oleh racun yang telah menghancurkannya. Charles patah hati, tidak dapat memahami bahwa istri tercintanya telah pergi selamanya.
The funeral was held the next day. Homais, the pharmacist, gave a speech praising Emma's virtue, knowing full well that she had died by her own hand. The hypocrisy of the town's people was evident as they mourned a woman they had gossiped about.
Pemakaman diadakan keesokan harinya. Homais, sang apoteker, memberikan pidato memuji kebajikan Emma, tahu betul bahwa dia telah bunuh diri. Kemunafikan penduduk kota terlihat jelas saat mereka meratapi wanita yang pernah mereka gosipkan.
Charles spent days sitting beside Emma's grave, unable to accept that she was dead. He still loved her and could not understand why she had taken her own life. The truth about her debts and affairs would remain hidden from him forever.
Charles menghabiskan berhari-hari duduk di dekat makam Emma, tidak dapat menerima bahwa dia sudah mati. Dia masih mencintainya dan tidak bisa mengerti mengapa dia bunuh diri. Kebenaran tentang utang dan perselingkuhannya akan tetap tersembunyi darinya selamanya.
Emma's death was the tragic end of a woman who had been unable to find happiness in reality. Her romantic dreams had led her to destruction, and she died without ever understanding the simple love and contentment that Charles had offered her.
Kematian Emma adalah akhir yang tragis dari seorang wanita yang tidak dapat menemukan kebahagiaan dalam kenyataan. Mimpi-mimpi romantisnya membawanya pada kehancuran, dan dia meninggal tanpa memahami cinta dan kepuasan sederhana yang ditawarkan Charles padanya.