Chapter 13: The Poison
Bab 13: Racun
Emma could not face the shame of Charles discovering her debts and her affairs. She decided that the only escape from her suffering was death. She went to Homais's pharmacy and took a bottle of arsenic while no one was watching.
Emma tidak sanggup menanggung rasa malu jika Charles mengetahui tentang utang dan perselingkuhannya. Dia memutuskan bahwa satu-satunya jalan keluar dari penderitaannya adalah kematian. Dia pergi ke apotek Homais dan mencuri sebotol arsenik saat tidak ada yang melihat.
Emma returned home and swallowed the poison. The effects were immediate and terrible. She experienced terrible pain, her body convulsing as the poison spread through her system. Despite her suffering, she did not call for help, accepting her fate.
Emma kembali ke rumah dan menelan racun itu. Efeknya langsung dan mengerikan. Dia menderita sakit yang luar biasa, tubuhnya kejang-kejang saat racun menyebar ke seluruh sistemnya. Meskipun menderita, dia tidak meminta bantuan, menerima nasibnya.
Charles returned home to find Emma in terrible condition. He was shocked and confused, not understanding what was happening to his wife. A doctor was called, but it was too late—the poison had already done its damage.
Charles pulang dan menemukan Emma dalam kondisi yang mengerikan. Dia terkejut dan bingung, tidak mengerti apa yang terjadi pada istrinya. Seorang dokter dipanggil tetapi sudah terlambat—racun telah bekerja.
Emma lingered for hours in agony, her mind wandering between memories of her romantic dreams and the reality of her situation. Charles stayed by her side, holding her hand and crying, completely unaware of the truth about her affairs and debts.
Emma menderita selama berjam-jam, pikirannya mengembara antara ingatan akan mimpi-mimpi romantisnya dan kenyataan situasinya. Charles tetap di sisinya, memegang tangannya dan menangis, sama sekali tidak menyadari kebenaran tentang perselingkuhan dan utangnya.