Chapter 12: Asking for Help
Bab 12: Permintaan Bantuan
With no other options, Emma decided to ask Rodolphe for money. She still believed that he had loved her once, and she hoped that he would help her in her time of need. She traveled to his estate, her heart pounding with anxiety.
Tanpa pilihan lain, Emma memutuskan untuk meminta uang kepada Rodolphe. Dia masih percaya bahwa dia pernah mencintainya dan berharap dia akan membantunya di saat dia membutuhkan. Dia pergi ke perkebunannya, jantungnya berdebar karena cemas.
Rodolphe was cold and distant. He remembered Emma fondly but had no intention of lending her money. He made excuses about his own financial difficulties and refused to help her. Emma was devastated by his rejection.
Rodolphe dingin dan jauh. Dia mengingat Emma dengan kasih sayang tetapi tidak berniat meminjamkan uang padanya. Dia membuat alasan tentang kesulitan keuangannya sendiri dan menolak membantunya. Emma hancur oleh penolakannya.
Desperate, Emma went to see Leon, but the young lawyer had no money either. He was deeply in debt himself and could not help Emma despite his love for her. Emma felt abandoned by both men who had promised her so much.
Dalam keputusasaan, Emma pergi ke Léon, tetapi pengacara muda itu juga tidak punya uang. Dia sendiri terlilit utang dan tidak bisa membantu Emma meskipun dia mencintainya. Emma merasa ditinggalkan oleh kedua pria yang telah menjanjikan begitu banyak padanya.
Emma returned to Yonville with nothing. Her humiliation was complete, and she felt that she had lost everything—her money, her dignity, and her hope for the future. The only thing she had left was her despair.
Emma kembali ke Yonville dengan tangan kosong. Penghinaannya sudah lengkap, dan dia merasa telah kehilangan segalanya—uangnya, martabatnya, dan harapannya akan masa depan. Satu-satunya yang tersisa baginya adalah keputusasaan.