Chapter 10: Financial Problems
Bab 10: Masalah Keuangan
Emma had expensive tastes. She bought beautiful clothes, decorated her home with luxury items, and enjoyed the finest restaurants in Rouen. To pay for these luxuries, she borrowed money from a local merchant named Lheureux.
Emma memiliki selera yang mahal. Dia membeli pakaian indah, mendekorasi rumahnya dengan barang-barang mewah, dan menikmati restoran terbaik di Rouen. Untuk membiayai kemewahan ini, dia meminjam uang dari seorang pedagang lokal bernama Lheureux.
Lheureux was a clever and dishonest businessman. He encouraged Emma to buy things on credit, telling her that she could pay him back later. Emma, who understood nothing about money or business, trusted him and continued her spending.
Lheureux adalah pengusaha yang cerdas dan tidak jujur. Dia mendorong Emma untuk membeli secara kredit, memberitahunya bahwa dia bisa membayarnya nanti. Emma, yang tidak mengerti apa-apa tentang uang atau bisnis, mempercayainya dan terus berbelanja.
The debts quickly accumulated. Emma borrowed more money to pay off old debts, creating a dangerous cycle that grew worse each month. She did not tell Charles about her financial situation, knowing he would be shocked and angry.
Utang menumpuk dengan cepat. Emma meminjam lebih banyak uang untuk melunasi utang lama, menciptakan siklus berbahaya yang memburuk setiap bulan. Dia tidak memberi tahu Charles tentang situasi keuangannya, mengetahui bahwa dia akan terkejut dan marah.
Lheureux used Emma's debts to control her. When she could not pay, he threatened to tell Charles and ruin her reputation. Emma became desperate, but she could not stop her spending because it was the only thing that brought her any happiness.
Lheureux menggunakan utang Emma untuk mengendalikannya. Ketika dia tidak bisa membayar, dia mengancam akan memberi tahu Charles dan merusak reputasinya. Emma putus asa, tetapi dia tidak bisa berhenti berbelanja, karena itu adalah satu-satunya hal yang memberinya kebahagiaan.