Chapter 6: The Affair Begins
Bab 6: Awal Perselingkuhan
Rodolphe continued his pursuit of Emma, writing her passionate letters and meeting her secretly in the woods near his estate. Emma, who had never experienced true romance, fell completely under his spell. She believed that he loved her as deeply as the heroes in her romantic novels.
Rodolphe terus merayu Emma, menulis surat-surat penuh gairah dan bertemu dengannya secara diam-diam di hutan dekat perkebunannya. Emma, yang belum pernah mengalami romansa sejati, benar-benar jatuh di bawah mantranya. Dia percaya dia mencintainya sedalam pahlawan dalam novel romantisnya.
For Emma, this affair was the fulfillment of all her dreams. She finally had the passion and excitement she had longed for since her convent school days. She spent hours getting dressed for her secret meetings with Rodolphe.
Bagi Emma, perselingkuhan ini adalah pemenuhan semua mimpinya. Dia akhirnya memiliki gairah dan kegembiraan yang dia dambakan sejak hari-harinya di sekolah biara. Dia menghabiskan waktu berjam-jam berdandan untuk pertemuan rahasianya dengan Rodolphe.
Charles noticed nothing unusual about Emma's behavior. He believed that her frequent absences were due to visits to friends or charity work. His innocence and trust made it easy for Emma to continue her affair without guilt or suspicion.
Charles tidak melihat ada yang aneh dalam perilaku Emma. Dia percaya bahwa seringnya dia keluar adalah untuk mengunjungi teman atau melakukan amal. Kepolosan dan kepercayaannya memudahkan Emma untuk melanjutkan perselingkuhan tanpa rasa bersalah atau curiga.
Emma's love for Rodolphe grew stronger each day. She began to imagine a future where she would leave Charles and live happily with Rodolphe. These dreams gave her hope, but they were built on nothing but Rodolphe's empty promises.
Cinta Emma pada Rodolphe tumbuh setiap hari. Dia mulai membayangkan masa depan di mana dia akan meninggalkan Charles dan hidup bahagia bersama Rodolphe. Mimpi-mimpi ini memberinya harapan, tetapi dibangun di atas tidak lebih dari janji-janji kosong Rodolphe.