Moving to YonvillePindah ke Yonville

173 kata
2 reading.minutes
0:00 / --:--

Chapter 3: Moving to Yonville

Bab 3: Pindah ke Yonville

Charles decided to move his medical practice to the town of Yonville, hoping that a new environment would help Emma overcome her boredom. The family packed their belongings and prepared to leave Tostes behind forever.

Charles memutuskan untuk memindahkan praktiknya ke kota Yonville, berharap lingkungan baru akan membantu Emma mengatasi kebosanannya. Keluarga itu berkemas dan bersiap meninggalkan Tostes selamanya.

On the way to their new home, Emma met a young lawyer named Leon Dupuis. Leon worked at the local court and was immediately fascinated by Emma's beauty and sadness. They talked about literature and music, and Emma felt that she had finally found someone who understood her.

Dalam perjalanan ke rumah baru mereka, Emma bertemu dengan seorang pengacara muda bernama Léon Dupuis. Léon bekerja di pengadilan setempat dan segera terpikat oleh kecantikan dan kesedihan Emma. Mereka berbicara tentang sastra dan musik, dan Emma merasa bahwa dia akhirnya menemukan seseorang yang memahaminya.

When they arrived in Yonville, the family moved into a comfortable house near the town center. Charles was hopeful that this change would make Emma happier. However, Emma was secretly dreaming of Leon and the conversations they had shared during their journey.

Ketika mereka tiba di Yonville, keluarga itu pindah ke rumah yang nyaman di dekat pusat kota. Charles berharap perubahan ini akan membuat Emma lebih bahagia. Namun, Emma diam-diam memimpikan Léon dan percakapan yang mereka bagikan selama perjalanan.

The move to Yonville seemed promising at first, but Emma soon found herself just as bored as before. The town was larger than Tostes, but life there was still quiet and predictable. Only the thought of seeing Leon again gave her any joy.

Kepindahan ke Yonville tampak menjanjikan pada awalnya, tetapi Emma segera mendapati dirinya sama bosannya seperti sebelumnya. Kota itu lebih besar dari Tostes, tetapi kehidupan di sana masih tenang dan dapat diprediksi. Hanya pikiran untuk melihat Léon lagi yang memberinya kegembiraan.