Chapter 12: The Creature's Death
Bab 12: Kematian Makhluk Itu
Consumed by a crushing sense of remorse and meaningless existence, the creature announced his intention to end his own life by immolating himself on a funeral pyre. He chose self-destruction rather than continuing to live as a tormented being, universally despised and utterly alone.
Diliputi oleh rasa penyesalan yang menghancurkan dan ketidakberartian keberadaan, makhluk itu mengumumkan niatnya untuk bunuh diri dengan membakar dirinya di atas tumpukan kayu pemakaman. Ia memilih penghancuran diri daripada terus hidup sebagai makhluk yang tersiksa, dibenci secara universal, dan benar-benar sendirian.
The creature's decision represented the ultimate tragedy of Victor's scientific experiment—both creator and creation destroyed by their interconnected fates, with neither finding redemption or peace. Their parallel deaths symbolized the catastrophic consequences of unethical scientific experimentation and the profound moral responsibility that accompanies scientific discovery.
Keputusan makhluk itu mewakili tragedi utama dari eksperimen ilmiah Victor—baik pencipta maupun ciptaan dihancurkan oleh nasib mereka yang saling terkait, tanpa ada yang menemukan penebusan atau kedamaian. Kematian paralel mereka melambangkan konsekuensi yang menghancurkan dari eksperimen ilmiah yang tidak etis dan tanggung jawab moral mendalam yang menyertai penemuan ilmiah.
The novel ends with this powerful statement about the dangers of pursuing knowledge without ethical consideration and the ultimate price that must be paid for transgressing against natural laws.
Novel ini berakhir dengan pernyataan kuat tentang bahaya mengejar pengetahuan tanpa pertimbangan etis dan harga tertinggi yang harus dibayar karena melanggar hukum alam.