Chapter 10: Death in the Arctic
Bab 10: Kematian di Arktik
Victor's relentless pursuit ultimately exhausted his physical and emotional reserves completely. Captainained by an explorer's ship, he narrated his cautionary tale before passing away, his body weakened by extreme cold, starvation, and emotional devastation.
Pengejaran tanpa henti Victor akhirnya menghabiskan cadangan fisik dan emosionalnya sepenuhnya. Diselamatkan oleh kapal penjelajah, ia menceritakan kisah peringatannya sebelum meninggal, tubuhnya dilemahkan oleh dingin yang ekstrem, kelaparan, dan kehancuran emosional.
The creature, witnessing his creator's death, approached with a complex mixture of emotions—grief, regret, and a profound sense of abandonment. In a moment of tragic irony, the creature, who had caused so much death, now experienced a depth of sorrow and existential anguish that matched Victor's own suffering.
Makhluk itu, yang menyaksikan kematian penciptanya, mendekat dengan campuran emosi yang kompleks—kesedihan, penyesalan, dan rasa ditinggalkan yang mendalam. Dalam momen ironi yang tragis, makhluk yang telah menyebabkan begitu banyak kematian kini mengalami kedalaman duka dan penderitaan eksistensial yang menyaingi penderitaan Victor sendiri.
The Arctic setting served as a powerful symbol of the cold, desolate consequences of unchecked scientific ambition and the isolation that results from playing god.
Latar Arktik berfungsi sebagai simbol yang kuat dari konsekuensi yang dingin dan sunyi dari ambisi ilmiah yang tidak terkendali dan isolasi yang diakibatkan oleh bermain tuhan.