Creating a CompanionMenciptakan Teman

104 kata
1 reading.minutes
0:00 / --:--

Chapter 6: Creating a Companion

Bab 6: Menciptakan Teman

Reluctantly agreeing to create a female companion, Victor traveled to a remote Scottish island to continue his work. However, as he assembled the female creature, overwhelming apprehension consumed him.

Setelah dengan enggan setuju untuk menciptakan teman wanita, Victor melakukan perjalanan ke pulau terpencil di Skotlandia untuk melanjutkan pekerjaannya. Namun, saat ia merakit makhluk wanita itu, rasa firasat buruk yang luar biasa menyelimutinya.

He became increasingly paranoid that his creations might breed a race of monstrous beings that could potentially threaten humanity's existence. The ethical implications and potential catastrophic consequences of his scientific experiments finally overwhelmed his scientific curiosity.

Ia menjadi semakin paranoid bahwa ciptaannya mungkin melahirkan ras makhluk mengerikan yang berpotensi mengancam keberadaan umat manusia. Implikasi etis dan potensi konsekuensi destruktif dari eksperimen ilmiahnya akhirnya mengalahkan keingintahuan ilmiahnya.

In a moment of profound moral clarity, Victor destroyed the half-completed female creature, choosing to prevent potential irreversible harm instead of meeting the creature's demand. This decision would have devastating repercussions for everyone involved.

Dalam momen kejelasan moral yang mendalam, Victor menghancurkan makhluk wanita yang setengah jadi itu, memilih untuk mencegah potensi bahaya yang tidak dapat diubah daripada menuruti tuntutan makhluk itu. Keputusan ini akan memiliki konsekuensi yang menghancurkan bagi semua orang yang terlibat.