Chapter 18: Meaning of Life
Bab 18: Makna Kehidupan
In the middle of my life, I began to think about the true meaning of life. What is most important? Is it money and status? Or love and relationships? After years of thinking, I found the answer. The meaning of life does not lie in how much wealth we have, but in how we treat others and ourselves. True happiness comes from inner peace and satisfaction, from being able to help others, and from being able to love and be loved.
Di usia paruh baya, saya mulai berpikir tentang makna hidup yang sebenarnya. Apa yang paling penting? Apakah uang dan status? Atau cinta dan hubungan? Setelah bertahun-tahun merenung, saya menemukan jawabannya. Makna hidup tidak terletak pada kekayaan yang kita miliki, melainkan pada bagaimana kita memperlakukan orang lain dan diri kita sendiri. Kebahagiaan sejati datang dari kedamaian dan kepuasan batin, dari kemampuan membantu orang lain, dan dari kemampuan untuk mencintai dan dicintai.
Agnes and I often discussed this issue. We agreed that the meaning of life lies in pursuing truth, doing good deeds, and passing on love and hope. We hope that our children can also understand this and live according to this principle. We tried our best to treat every person we met with kindness, value them for who they are rather than what they have, and live every day with gratitude and purpose.
Agnes dan saya sering mendiskusikan masalah ini. Kami sepakat bahwa makna hidup terletak pada mengejar kebenaran, melakukan perbuatan baik, dan menyebarkan cinta serta harapan. Kami berharap anak-anak kami juga dapat memahami hal ini dan hidup dengan prinsip ini. Kami mencoba yang terbaik untuk memperlakukan semua orang yang kami temui dengan kebaikan, menghargai mereka apa adanya daripada apa yang mereka miliki, dan menjalani setiap hari dengan rasa syukur dan tujuan.