A Happy MarriagePernikahan yang Bahagia

115 kata
1 reading.minutes
0:00 / --:--

Chapter 15: A Happy Marriage

Bab 15: Pernikahan yang Bahagia

I married Agnes. Although our wedding was simple, it was full of love and blessings. Unlike Dora, Agnes completely understood my needs, and we supported each other and grew together. Our married life was very happy. We worked together, learned together, and shared the joys and sorrows of life.

Saya menikahi Agnes. Meskipun pernikahan kami sederhana, itu penuh dengan cinta dan berkah. Tidak seperti Dora, Agnes sangat memahami kebutuhan saya, dan kami saling mendukung dan tumbuh bersama. Kehidupan pernikahan kami sangat bahagia. Kami bekerja bersama, belajar bersama, dan berbagi suka dan duka kehidupan.

Agnes was not only my wife but also my intimate friend and soul partner. She made me a better person. We also started having our own children. Watching the children grow, I felt the continuation of life and hope. I hope that my children can grow up in an environment full of love and have a better future than my childhood.

Agnes bukan hanya istri saya tetapi juga teman dekat dan belahan jiwa saya. Dia membuat saya menjadi orang yang lebih baik. Kami juga mulai memiliki anak-anak kami sendiri. Menyaksikan anak-anak tumbuh besar, saya merasakan kelanjutan hidup dan harapan. Saya berharap anak-anak saya dapat tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan memiliki masa depan yang lebih baik daripada masa kecil saya.