Agnes's LoveCinta Agnes

117 kata
1 reading.minutes
0:00 / --:--

Chapter 14: Agnes's Love

Bab 14: Cinta Agnes

As time passed, my feelings for Agnes grew deeper. I realized that I had always loved her but lacked the courage to admit it. To me, she was not just a friend but the most important person in my life.

Seiring berjalannya waktu, perasaan saya terhadap Agnes semakin dalam. Saya menyadari bahwa saya selalu mencintainya, tetapi kurang keberanian untuk mengakuinya. Bagi saya, dia bukan sekadar teman, melainkan orang terpenting dalam hidup saya.

One day, I summoned the courage to express my feelings to Agnes. To my surprise, she told me that she had always loved me too. We embraced each other and felt extremely happy. I finally understood that true love is not a momentary impulse but a deep affection tested by time. Agnes's wisdom and kindness, as well as her understanding and support for me, made me realize that she is my life's companion.

Suatu hari, saya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan saya kepada Agnes. Yang mengejutkan saya, dia mengatakan bahwa dia juga selalu mencintai saya. Kami berpelukan dan merasa sangat bahagia. Saya akhirnya mengerti bahwa cinta sejati bukanlah dorongan sesaat, melainkan kasih sayang mendalam yang diuji oleh waktu. Kebijaksanaan dan kebaikan Agnes, bersama dengan pengertian dan dukungannya kepada saya, membuat saya menyadari bahwa dia adalah pasangan hidup saya.