Chapter 2: The Strict School
Bab 2: Sekolah yang Ketat
Salem House was very strict, where headmaster Mr. Creakle often whipped students. At school, I met Steerforth, a clever but selfish young man from a wealthy family. Despite the harsh environment, I tried my best to study. Steerforth was friendly to me, but I could sense his arrogance.
Salem House sangat ketat, di mana kepala sekolahnya, Tuan Creakle, sering mencambuk siswa. Di sekolah, saya bertemu Steerforth, seorang pemuda cerdas tapi egois dari keluarga kaya. Meskipun lingkungan yang keras, saya berusaha sebaik mungkin untuk belajar. Steerforth ramah kepada saya, tetapi saya bisa merasakan kesombongannya.
My mother passed away shortly after I left. Losing her broke my heart. I had to learn to be strong without her. This experience taught me that life is unpredictable, and we must cherish the people we love while they are with us. Despite all the hardships, I continued my studies, hoping that education would help me build a better future.
Tidak lama setelah saya meninggalkan rumah, ibu saya meninggal. Kehilangannya menghancurkan hati saya. Saya harus belajar menjadi kuat tanpanya. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa hidup tidak dapat diprediksi dan kita harus menghargai orang-orang yang kita cintai saat mereka bersama kita. Meskipun semua kesulitan, saya melanjutkan studi saya, berharap pendidikan akan membantu saya membangun masa depan yang lebih baik.