breadcrumb.home breadcrumb.reading breadcrumb.fictionStories The Legend of the White Snake The White Snake and Green Snake(Ular Putih dan Ular Hijau)

The White Snake and Green SnakeUlar Putih dan Ular Hijau

360 kata
3 reading.minutes
0:00 / --:--

Chapter 1: The White Snake and Green Snake

Bab 1: Ular Putih dan Ular Hijau

A thousand years ago, high upon the misty peaks of Mount Emei, there lived two extraordinary beings. One was a white snake of immense power, and the other was a spirited green snake. Through ten centuries of silent meditation and rigorous spiritual cultivation, they had gained incredible magical powers, allowing them to transcend their animal forms.

Seribu tahun yang lalu, di puncak Gunung Emei yang berkabut, hiduplah dua makhluk luar biasa. Salah satunya adalah ular putih dengan kekuatan yang sangat besar, dan yang lainnya adalah ular hijau dengan semangat yang ceria. Melalui meditasi sunyi dan kultivasi spiritual yang ketat selama sepuluh abad, mereka memperoleh kekuatan magis yang luar biasa, yang memungkinkan mereka melampaui wujud hewan mereka.

"Sister, look at the world below," the green snake whispered one morning, her eyes bright with curiosity. "The humans in Hangzhou seem to lead such vibrant lives. Don't you ever wonder what it feels like to walk on two legs and experience their joys and sorrows?"

"Kakak, lihatlah dunia di bawah sana," bisik ular hijau pada suatu pagi, matanya berbinar karena penasaran. "Manusia di Hangzhou tampaknya memiliki kehidupan yang begitu hidup. Apakah Kakak tidak pernah bertanya-tanya bagaimana rasanya berjalan dengan dua kaki dan mengalami suka duka mereka?"

The white snake smiled gently, her scales shimmering in the sunlight. "I have wondered for a long time, Xiaoqing. We have spent a thousand years in these mountains. Perhaps it is time for us to see the world for ourselves."

Ular putih itu tersenyum lembut, sisiknya berkilauan di bawah sinar matahari. "Aku sudah lama bertanya-tanya, Xiaoqing. Kita telah menghabiskan seribu tahun di pegunungan ini. Mungkin sudah saatnya kita melihat dunia dengan mata kepala sendiri."

With a sudden swirl of magical mist, the two snakes transformed into beautiful human women. The white snake took the name Bai Suzhen, appearing as a graceful lady of noble birth, while the green snake became her loyal and lively maid, Xiaoqing. They were both breathtakingly beautiful, dressed in flowing robes of white and green that matched their original forms.

Dengan pusaran kabut ajaib yang tiba-tiba, kedua ular itu berubah menjadi gadis manusia yang cantik. Ular putih mengambil nama Bai Suzhen, tampil sebagai wanita anggun dari keluarga bangsawan. Sementara itu, ular hijau menjadi pelayannya yang setia dan ceria, bernama Xiaoqing. Keduanya sangat cantik, mengenakan jubah putih dan hijau yang melambai sesuai dengan wujud asli mereka.

"Remember, Xiaoqing," Bai Suzhen warned as they prepared to depart. "The human world is complex. We must use our powers wisely and never cause harm to the innocent. Our goal is to understand humanity, not to disrupt it."

"Ingatlah, Xiaoqing," Bai Suzhen memperingatkan saat mereka bersiap untuk pergi. "Dunia manusia itu rumit. Kita harus menggunakan kekuatan kita dengan bijak dan tidak pernah menyakiti orang yang tidak bersalah. Tujuan kita adalah untuk memahami kemanusiaan, bukan untuk menciptakan kekacauan."

"I understand, sister!" Xiaoqing replied with a playful grin. "I promise to be on my best behavior. Now, let us hurry to the West Lake! I've heard the willows there are like nothing else in this world."

"Aku mengerti, Kakak!" jawab Xiaoqing dengan senyum main-main. "Aku berjanji akan berperilaku sebaik mungkin. Ayo, mari kita bergegas ke Danau Barat! Kudengar pohon-pohon willow di sana tidak seperti tempat lain di dunia ini."

With their hearts full of anticipation, they left their mountain sanctuary and set off toward the bustling city of Hangzhou. As they descended the mountain slopes, the air grew warmer, and the sounds of human life began to reach their ears. They were about to embark on a journey that would change their destinies forever, entering a realm where spirits and mortals would soon cross paths under the weeping willows of the legendary West Lake.

Dengan hati yang penuh harapan, mereka meninggalkan tempat tinggal mereka di gunung dan berangkat ke kota Hangzhou yang ramai. Saat mereka menuruni lereng gunung, udara menghangat, dan suara kehidupan manusia mulai terdengar di telinga mereka. Mereka akan memulai perjalanan yang akan mengubah takdir mereka selamanya, memasuki alam tempat roh dan manusia akan segera bertemu di bawah pohon willow yang menjuntai di Danau Barat yang legendaris.