The Legacy of LiangshanWarisan Liangshan

204 kata
2 reading.minutes
0:00 / --:--

Chapter 20: The Legacy of Liangshan

Bab 20: Warisan Liangshan

Song Jiang was alone, looking at the sky. He remembered the days at Liangshan Marsh, remembered the smiles of the heroes, remembered their bravery.

Song Jiang sendirian, menatap langit. Dia teringat hari-hari di Rawa Liangshan, teringat senyum para pahlawan, teringat keberanian mereka.

Song Jiang thought: "Although we failed, our story will be remembered. Later generations will know that there was a group of heroes who fought for justice."

Song Jiang berpikir: "Meskipun kita gagal, kisah kita akan diingat. Generasi selanjutnya akan tahu bahwa ada sekelompok pahlawan yang memperjuangkan keadilan."

Song Jiang decided to write down the story of Liangshan Marsh so that later generations would know about their experiences.

Song Jiang memutuskan untuk mencatat kisah Rawa Liangshan agar generasi selanjutnya tahu tentang pengalaman mereka.

Song Jiang wrote for many days and finally finished the story. He hid the story in a place, hoping that later generations would find it.

Song Jiang menulis selama berhari-hari, dan akhirnya menyelesaikan kisahnya. Dia menyembunyikan kisah itu di suatu tempat, berharap generasi selanjutnya akan menemukannya.

Song Jiang sat on a chair and closed his eyes. He thought: "The story of Liangshan Marsh is over, but the spirit of the heroes will always be passed down."

Song Jiang duduk di kursi dan memejamkan matanya. Dia berpikir: "Kisah Rawa Liangshan telah berakhir, tetapi semangat para pahlawan akan diteruskan selamanya."

Song Jiang passed away, but his story was discovered by later generations. Later generations read the story and were all moved by the hero spirit of Liangshan Marsh.

Song Jiang meninggal dunia, tetapi kisahnya ditemukan oleh generasi selanjutnya. Generasi selanjutnya membaca kisah itu dan semua tersentuh oleh semangat kepahlawanan Rawa Liangshan.

The story of Liangshan Marsh was passed down from generation to generation and became a classic of Chinese literature.

Kisah Rawa Liangshan diturunkan dari generasi ke generasi dan menjadi klasik sastra Tiongkok.

What later generations remember is not only the heroes of Liangshan Marsh, but also their spirit—justice, bravery, and unity.

Apa yang diingat oleh generasi selanjutnya bukan hanya pahlawan Rawa Liangshan, tetapi juga semangat mereka - keadilan, keberanian, dan persatuan.

This is the legend of Liangshan Marsh.

Ini adalah legenda Rawa Liangshan.