Going to War AgainKe medan perang lagi

159 kata
2 reading.minutes
0:00 / --:--

Chapter 17: Going to War Again

Bab 17: Ke medan perang lagi

The Emperor sent Song Jiang to suppress rebellions. The leader of the rebellion was Fang La, and he was a very powerful opponent.

Kaisar mengirim Song Jiang untuk menumpas pemberontakan. Pemimpin pemberontakan adalah Fang La, dan dia adalah lawan yang sangat kuat.

Song Jiang led the Liangshan heroes to fight, hoping to defeat Fang La.

Song Jiang memimpin pahlawan Liangshan ke medan perang, berharap bisa mengalahkan Fang La.

Lin Chong performed very well on the battlefield. He defeated many enemy generals.

Lin Chong tampil sangat baik di medan perang. Dia mengalahkan banyak jenderal musuh.

Wu Song was even braver. He defeated dozens of enemies by himself.

Wu Song bahkan lebih berani. Dia mengalahkan puluhan musuh sendirian.

Lu Zhishen waved his Buddhist staff and repelled the enemy army.

Lu Zhishen mengayunkan tongkat Buddha-nya dan memukul mundur tentara musuh.

Li Kui was like a tiger with wings added, killing the enemy and forcing them to retreat again and again.

Li Kui seperti harimau bersayap, membunuh musuh dan membuat mereka mundur berulang kali.

The battle was very intense, and both sides suffered heavy losses.

Pertempuran itu sangat sengit, dan kedua belah pihak menderita kerugian besar.

Song Jiang looked at the battlefield and thought: "Why must we fight? If we could live in peace, how good would that be?"

Song Jiang melihat ke medan perang dan berpikir: "Mengapa kita harus bertarung? Jika kita bisa hidup damai, betapa bagusnya itu?"

But Song Jiang knew that he had to complete the mission. He led the heroes to continue fighting, hoping to end the war as soon as possible.

Tetapi Song Jiang tahu bahwa dia harus menyelesaikan misi. Dia memimpin para pahlawan untuk terus bertarung, berharap bisa mengakhiri perang secepat mungkin.