Chapter 12: The Battle at Changzhou
Bab 12: Pertempuran Changzhou
The court sent an army of 100,000 to attack Liangshan Marsh. This time, the army was very powerful, and Liangshan Marsh faced a huge challenge.
Pengadilan mengirim pasukan 100.000 orang untuk menyerang Rawa Liangshan. Kali ini tentara sangat kuat, dan Rawa Liangshan menghadapi tantangan besar.
Song Jiang knew that frontal combat was difficult to win, so he decided to use strategy.
Song Jiang tahu bahwa sulit untuk menang dalam konfrontasi langsung, jadi dia memutuskan untuk menggunakan strategi.
Song Jiang sent people to the enemy's camp to spread fake news. After receiving the fake news, the enemy began to suspect each other.
Song Jiang mengirim orang ke kamp musuh untuk menyebarkan berita palsu. Setelah menerima berita palsu, musuh mulai saling mencurigai.
Then, Song Jiang raided the enemy's camp at night. The enemy was not prepared and was beaten badly.
Kemudian Song Jiang menyerbu kamp musuh di malam hari. Musuh tidak siap dan dikalahkan dengan parah.
Lin Chong led the charge, and Wu Song followed closely. Lu Zhishen and Li Kui were even braver, killing the enemy and forcing them to retreat again and again.
Lin Chong memimpin serangan, dan Wu Song mengikuti di belakang. Lu Zhishen dan Li Kui bahkan lebih berani, membunuh musuh dan membuat mereka mundur berulang kali.
In this battle, Liangshan Marsh won. The court's army suffered heavy losses and had to retreat.
Dalam pertempuran ini, Rawa Liangshan menang. Tentara pengadilan menderita kerugian besar dan harus mundur.
Song Jiang said: "This is just a temporary victory. We still need to be prepared to meet greater challenges."
Song Jiang berkata: "Ini hanya kemenangan sementara. Kita masih harus bersiap untuk tantangan yang lebih besar."
The heroes all nodded. They knew that the battle was not over yet.
Para pahlawan semua mengangguk. Mereka tahu bahwa pertempuran belum berakhir.