Chapter 8: The Government Attack
Bab 8: Serangan pemerintah
The court heard that Liangshan Marsh was becoming more and more powerful and was very worried. The Emperor ordered a large army to be sent to attack Liangshan Marsh.
Pengadilan mendengar bahwa Rawa Liangshan menjadi semakin kuat, dan sangat khawatir. Kaisar memerintahkan pasukan besar untuk dikirim menyerang Rawa Liangshan.
The army arrived near Liangshan Marsh and began to attack. The Liangshan Marsh army was ready long ago, and they bravely counterattacked.
Tentara tiba di dekat Rawa Liangshan dan mulai menyerang. Tentara Rawa Liangshan telah siap sejak lama, dan mereka melakukan serangan balik dengan berani.
Lin Chong led the charge, Wu Song covered from behind. Lu Zhishen waved his Buddhist staff and knocked down many enemies. Li Kui was even braver, killing more than ten enemies at once.
Lin Chong memimpin serangan, dan Wu Song menutupi bagian belakang. Lu Zhishen mengayunkan tongkat Buddha-nya dan menjatuhkan banyak musuh. Li Kui bahkan lebih berani, membunuh lebih dari sepuluh musuh sekaligus.
The court's army was beaten back repeatedly, with many deaths and injuries.
Tentara pengadilan dipukul mundur berulang kali, dengan banyak korban.
The leader of the army was very afraid. He ordered a retreat and went back to report to the Emperor.
Pemimpin tentara sangat takut. Dia memerintahkan mundur dan kembali untuk melapor kepada kaisar.
Song Jiang saw the government army retreat and was very happy in his heart. But he said: "This is just the first battle. The court will definitely send more armies here."
Song Jiang melihat tentara pemerintah mundur dan sangat senang di dalam hatinya. Tetapi dia berkata: "Ini baru pertempuran pertama. Pengadilan pasti akan mengirim lebih banyak tentara ke sini."
Although the heroes had won, they knew that the real challenge was still ahead.
Meskipun para pahlawan menang, mereka tahu bahwa tantangan sebenarnya masih ada di depan.