Chapter 8: The Palace Examination
Scholars - Bab 8
The day of the palace examination finally arrived. Zhou Jin and Fan Jin, dressed in court attire, walked into the Golden Throne Hall with excited and nervous hearts. This was the most important moment of their lives.
Ujian Istana
The Golden Throne Hall was magnificent and spectacular, symbolizing the emperor's supreme power. The hall was resplendent, filled with royal majesty. Zhou Jin and Fan Jin felt this atmosphere, and their hearts raced.
Hari ujian istana akhirnya tiba. Zhou Jin dan Fan Jin, mengenakan pakaian pengadilan, berjalan ke Aula Takhta Emas dengan hati yang bersemangat dan gugup. Ini adalah momen paling penting dalam hidup mereka.
The emperor sat high on the dragon throne, his gaze scanning all the candidates. His majesty made all candidates feel awe, but it also inspired them to display their abilities.
Aula Takhta Emas megah dan spektakuler, melambangkan kekuasaan tertinggi kaisar. Aula itu berkilauan, dipenuhi dengan keagungan kerajaan. Zhou Jin dan Fan Jin merasakan suasana ini, dan jantung mereka berpacu.
The palace examination began. The candidates went to the emperor one by one and answered the emperor's questions. Some candidates answered fluently, while others were so nervous they became incoherent. Zhou Jin and Fan Jin observed from the side, learning from others' performances.
Kaisar duduk tinggi di takhta naga, tatapannya memindai semua kandidat. Keagungannya membuat semua kandidat merasa kagum, tetapi itu juga menginspirasi mereka untuk menampilkan kemampuan mereka.
When it was Zhou Jin's turn, he took a deep breath and walked before the emperor. He respectfully bowed to the emperor and then began answering questions. His voice was steady and clear, and his views were unique and profound. The emperor nodded after listening, expressing satisfaction.
Ujian istana dimulai. Para kandidat pergi ke kaisar satu per satu dan menjawab pertanyaan kaisar. Beberapa kandidat menjawab dengan lancar, sementara yang lain begitu gugup sehingga menjadi tidak jelas. Zhou Jin dan Fan Jin mengamati dari samping, belajar dari penampilan orang lain.
Fan Jin's performance was also outstanding. His answers were full of wisdom, displaying his abilities. The emperor was also satisfied with his answers and praised his talent.
Ketika giliran Zhou Jin, dia menarik napas dalam-dalam dan berjalan di hadapan kaisar. Dia dengan hormat membungkuk kepada kaisar dan kemudian mulai menjawab pertanyaan. Suaranya mantap dan jelas, dan pandangannya unik dan mendalam. Kaisar mengangguk setelah mendengarkan, menyatakan kepuasan.
After the palace examination ended, Zhou Jin and Fan Jin both breathed a sigh of relief. They had done their best, and regardless of the result, they had no regrets.
Penampilan Fan Jin juga luar biasa. Jawabannya penuh kebijaksanaan, menampilkan kemampuannya. Kaisar juga puas dengan jawabannya dan memuji bakatnya.
Setelah ujian istana berakhir, Zhou Jin dan Fan Jin keduanya menghela napas lega. Mereka telah melakukan yang terbaik, dan terlepas dari hasilnya, mereka tidak memiliki penyesalan.