First Failure

241 kata
2 reading.minutes
0:00 / --:--

Chapter 2: First Failure

Scholars - Bab 2

Zhou Jin participated in the provincial examination, but the result was not satisfactory. Although he performed well in the examination, he ultimately did not make the list. This result made him feel extremely disappointed and frustrated.

Kegagalan Pertama

The competition in the provincial examination was extremely fierce. Thousands of candidates participated in the examination, but only a very small number could pass. Every year, countless scholars failed, and their dreams were shattered in the examination hall.

Zhou Jin berpartisipasi dalam ujian provinsi, tetapi hasilnya tidak memuaskan. Meskipun dia tampil baik dalam ujian, dia akhirnya tidak masuk dalam daftar. Hasil ini membuatnya merasa sangat kecewa dan frustrasi.

Zhou Jin returned to his hometown and faced his parents and villagers, feeling ashamed. He had let down everyone's expectations and wasted the family's savings accumulated over many years. Although his parents comforted him, the disappointment in their eyes cut Zhou Jin's heart like a knife.

Persaingan dalam ujian provinsi sangat ketat. Ribuan kandidat berpartisipasi dalam ujian, tetapi hanya sejumlah kecil yang bisa lulus. Setiap tahun, sarjana yang tak terhitung jumlahnya gagal, dan impian mereka hancur di ruang ujian.

Some people in the village began to criticize Zhou Jin. They believed Zhou Jin had no talent and was not suitable for the path of the imperial examination. These rumors made Zhou Jin feel pain and anger, but he could only endure them silently.

Zhou Jin kembali ke kampung halamannya dan menghadapi orang tuanya dan penduduk desa, merasa malu. Dia telah mengecewakan harapan semua orang dan menyia-nyiakan tabungan keluarga yang dikumpulkan selama bertahun-tahun. Meskipun orang tuanya menghiburnya, kekecewaan di mata mereka menyayat hati Zhou Jin seperti pisau.

Zhou Jin did not give up because of this. He realized that he still had many shortcomings and needed to study harder. He began to reflect on his learning methods and find the reasons for his failure.

Beberapa orang di desa mulai mengkritik Zhou Jin. Mereka percaya Zhou Jin tidak memiliki bakat dan tidak cocok untuk jalan ujian kekaisaran. Rumor ini membuat Zhou Jin merasa sakit dan marah, tetapi dia hanya bisa menahannya diam-diam.

This failure made Zhou Jin more mature. He understood the hardships of the imperial examination path and recognized that he must make more efforts to succeed. He decided to try again and continue pursuing his dreams.

Zhou Jin tidak menyerah karena hal ini. Dia menyadari bahwa dia masih memiliki banyak kekurangan dan perlu belajar lebih keras. Dia mulai merenungkan metode belajarnya dan mencari alasan kegagalannya.

Kegagalan ini membuat Zhou Jin lebih dewasa. Dia memahami kesulitan jalan ujian kekaisaran dan menyadari bahwa dia harus melakukan lebih banyak upaya untuk berhasil. Dia memutuskan untuk mencoba lagi dan terus mengejar mimpinya.