Chapter 1: The Dream of the Imperial Examination
Scholars - Bab 1
During the Qianlong period of the Qing Dynasty, the imperial examination system was the only path for scholars. Countless children from poor families studied the classics day and night, merely to obtain an official title and change their destiny. In this era, scholars were praised as the pillars of society.
Mimpi Ujian Kekaisaran
Zhou Jin was an ordinary scholar from a poor family. He was intelligent from childhood and determined to change his family's poverty through the imperial examination. Every morning, when other children were still dreaming, Zhou Jin was already studying.
Selama periode Qianlong dari Dinasti Qing, sistem ujian kekaisaran adalah satu-satunya jalan bagi para sarjana. Anak-anak yang tak terhitung jumlahnya dari keluarga miskin mempelajari karya klasik siang dan malam, hanya untuk mendapatkan gelar resmi dan mengubah nasib mereka. Di era ini, para sarjana dipuji sebagai pilar masyarakat.
The imperial examination was divided into three stages: the provincial examination, the metropolitan examination, and the palace examination. Only by passing all three stages could one become a jinshi and receive an appointment from the imperial court. This was a long and arduous path.
Zhou Jin adalah seorang sarjana biasa dari keluarga miskin. Dia cerdas sejak kecil dan bertekad untuk mengubah kemiskinan keluarganya melalui ujian kekaisaran. Setiap pagi, ketika anak-anak lain masih bermimpi, Zhou Jin sudah belajar.
Zhou Jin's family had high expectations for him. His parents scrimped and saved to support his education. People in the village often helped Zhou Jin's family, hoping he could become a jinshi and bring glory to the village. This support made Zhou Jin feel the pressure multiplied.
Ujian kekaisaran dibagi menjadi tiga tahap: ujian provinsi, ujian metropolitan, dan ujian istana. Hanya dengan melewati ketiga tahap itu seseorang bisa menjadi jinshi dan menerima penunjukan dari pengadilan kekaisaran. Ini adalah jalan yang panjang dan sulit.
However, the imperial examination was not fair. Wealthy and powerful families could bribe the examiners to ensure their children passed the examination. This made the success of poor scholars even more difficult. Zhou Jin knew this well, but he still did not give up hope.
Keluarga Zhou Jin memiliki harapan tinggi untuknya. Orang tuanya berhemat dan menabung untuk mendukung pendidikannya. Orang-orang di desa sering membantu keluarga Zhou Jin, berharap dia bisa menjadi jinshi dan membawa kemuliaan bagi desa. Dukungan ini membuat Zhou Jin merasakan tekanan yang berlipat ganda.
After years of preparation, Zhou Jin finally faced his first provincial examination. With his family's expectations, he embarked on the road to the examination venue. This journey would change his life forever.
Namun, ujian kekaisaran tidak adil. Keluarga kaya dan berkuasa bisa menyuap penguji untuk memastikan anak-anak mereka lulus ujian. Ini membuat keberhasilan sarjana miskin menjadi lebih sulit. Zhou Jin mengetahui hal ini dengan baik, tetapi dia tetap tidak menyerah.
Setelah bertahun-tahun persiapan, Zhou Jin akhirnya menghadapi ujian provinsi pertamanya. Dengan harapan keluarganya, dia memulai perjalanan ke tempat ujian. Perjalanan ini akan mengubah hidupnya selamanya.