Chapter 10: The Demon Queen's Last Stand
Bab 10: Perlawanan Terakhir Ratu Iblis
Daji, the fox spirit who had possessed the queen's body, watched the fall of the Shang capital with growing desperation. Her plans for power and cultivation were crumbling, and she knew that her time was running out. She would not surrender without a fight.
Daji, roh rubah yang telah memiliki tubuh ratu, menyaksikan jatuhnya ibu kota Shang dengan keputusasaan yang meningkat. Rencana kekuasaan dan kultivasinya sedang runtuh, dan dia tahu waktunya hampir habis. Dia tidak akan menyerah tanpa perlawanan.
The demon queen gathered her remaining loyal followers, a mixture of demons, spirits, and corrupted humans. They fortified the inner palace, preparing for a last stand against the advancing Zhou forces. Daji's supernatural powers were at their peak, fueled by years of dark cultivation.
Ratu iblis mengumpulkan pengikut setianya yang tersisa, campuran iblis, roh, dan manusia yang rusak. Mereka memperkuat istana dalam, bersiap untuk perlawanan terakhir melawan pasukan Zhou yang maju. Kekuatan supranatural Daji berada di puncaknya, didorong oleh tahun-tahun kultivasi gelap.
Jiang Ziya sensed the concentration of dark energy in the palace. He ordered his troops to hold back while he assembled a team of immortal warriors to deal with the supernatural threat. This was no longer a battle for mortal soldiers; it required the power of the celestial realm.
Jiang Ziya merasakan konsentrasi energi gelap di istana. Dia memerintahkan pasukannya untuk menahan diri sementara dia mengumpulkan tim pejuang abadi untuk menghadapi ancaman supranatural. Ini bukan lagi pertempuran untuk prajurit fana; ini membutuhkan kekuatan alam surgawi.
The immortal team, led by Taiyi Zhenren and other masters from Mount Kunlun, approached the palace with caution. They could feel the dark energy radiating from within, a testament to Daji's power and determination. The confrontation would be dangerous.
Tim abadi, dipimpin oleh Taiyi Zhenren dan master lain dari Gunung Kunlun, mendekati istana dengan hati-hati. Mereka bisa merasakan energi gelap yang memancar dari dalam, bukti kekuatan dan tekad Daji. Konfrontasi akan berbahaya.
Daji emerged from the palace gates, her beauty masking the demon within. She challenged the immortals to single combat, confident in her abilities. Her voice carried supernatural charm, attempting to enchant even the most disciplined warriors.
Daji muncul dari gerbang istana, kecantikannya menutupi iblis di dalamnya. Dia menantang para abadi untuk pertarungan tunggal, percaya diri dengan kemampuannya. Suaranya membawa pesona supranatural, mencoba memikat bahkan prajurit paling disiplin sekalipun.
The battle that followed was epic in scope. Daji unleashed waves of dark magic, summoning demons and casting powerful spells. The immortals responded with their own celestial powers, creating a spectacular display of light and energy that illuminated the night sky.
Pertempuran yang terjadi bersifat epik dalam cakupan. Daji melepaskan gelombang sihir gelap, memanggil iblis dan mantra kuat. Para abadi merespons dengan kekuatan surgawi mereka sendiri, menciptakan tampilan cahaya dan energi yang spektakuler yang menerangi langit malam.
After hours of intense combat, the immortals finally overcame Daji's defenses. Her true form was revealed, and the fox spirit was captured. The possession ended, and the queen's soul was finally freed from the demon's control. The last remnant of the Shang Dynasty's corruption had been eliminated.
Setelah berjam-jam pertempuran sengit, para abadi akhirnya mengatasi pertahanan Daji. Bentuk aslinya terungkap, dan roh rubah ditangkap. Kepemilikan berakhir, dan jiwa ratu akhirnya dibebaskan dari kendali iblis. Sisa terakhir korupsi Dinasti Shang telah dihilangkan.