Chapter 7: The Day We Met
Hometown - Bab 7
I sat opposite Run Tu, recalling the day we first met.
Hari Kami Bertemu
It was a summer afternoon, and I was playing in the melon fields. Father said that someone was coming to help our family, and his name was Run Tu.
Saya duduk di seberang Run Tu, mengingat kembali hari kami pertama kali bertemu.
I saw Run Tu arrive. He was wearing a blue cloth shirt and looked very energetic. Father said that Run Tu's family was very poor, so he came to help our family earn money.
Itu adalah suatu sore musim panas, dan saya sedang bermain di ladang melon. Ayah berkata bahwa seseorang akan datang untuk membantu keluarga kami, dan namanya adalah Run Tu.
We quickly became friends. He taught me how to grow melons, how to catch badgers, and how to identify various birds. I taught him to read, taught him to write. We played together in the melon fields, swam together in the river, and picked fruit together on the mountain.
Saya melihat Run Tu tiba. Dia mengenakan kemeja kain biru dan terlihat sangat energik. Ayah berkata bahwa keluarga Run Tu sangat miskin, jadi dia datang untuk membantu keluarga kami mendapatkan uang.
At that time, Run Tu was so lively, so cheerful. He always smiled, always had endless things to say.
Kami dengan cepat menjadi teman. Dia mengajari saya cara menanam melon, cara menangkap musang, dan cara mengidentifikasi berbagai burung. Saya mengajarinya membaca, mengajarinya menulis. Kami bermain bersama di ladang melon, berenang bersama di sungai, dan memetik buah bersama di gunung.
Now, Run Tu is so silent, so exhausted.
Pada waktu itu, Run Tu begitu lincah, begitu ceria. Dia selalu tersenyum, selalu punya hal-hal tak ada habisnya untuk dikatakan.
Sekarang, Run Tu begitu pendiam, begitu lelah.